Teknik elektro adalah bidang yang luas, dari sistem tenaga sampai telekomunikasi. Pendidikan formal memberi dasar teori, sedangkan pelatihan mengisi kesenjangan antara teori dan pekerjaan. Artikel ini membantu lulusan teknik elektro dan perusahaan yang merekrutnya memilih pelatihan yang tepat, serta memahami sertifikasi mana yang benar-benar diperlukan.

Bidang-bidang dalam teknik elektro

Bidang Lingkup kerja Contoh pelatihan
Sistem tenaga (arus kuat) Pembangkitan, distribusi, instalasi, proteksi Instalasi dan proteksi, trafo dan panel, K3 listrik
Kendali dan otomasi Kontrol motor, PLC, instrumentasi Kontrol industri, PLC, penggerak motor
Elektronika Rangkaian, perangkat daya, sistem tertanam Elektronika dasar dan industri
Telekomunikasi dan arus lemah Jaringan data, sinyal, sistem gedung Kabel terstruktur, sistem alarm
Energi terbarukan Tenaga surya dan penyimpanan energi Instalasi panel surya

Sebagian besar lowongan di pabrik, gedung, dan proyek berada pada dua bidang pertama.

Untuk siapa panduan ini?

  • mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru teknik elektro;
  • lulusan diploma dan SMK kelistrikan yang ingin naik jenjang;
  • pekerja yang berpindah bidang dalam teknik elektro;
  • HRD yang menyusun program pengembangan bagi rekrutan teknik.

Kesenjangan yang biasanya diisi pelatihan

Lulusan baru umumnya kuat di perhitungan tetapi belum terbiasa dengan hal berikut:

  1. membaca dan membuat diagram satu garis serta gambar kerja;
  2. memakai PUIL 2011 dan data pabrikan untuk memilih kabel dan pengaman;
  3. memakai alat ukur di lapangan;
  4. mengenal peralatan nyata: panel, pemutus, relai, trafo;
  5. prosedur kerja aman: izin kerja, LOTO, APD;
  6. peraturan yang mengikat pekerjaan listrik.

Dua hal terakhir hampir tidak diajarkan di bangku kuliah, padahal itulah yang pertama diperiksa saat bekerja di lapangan. Gambaran materinya ada di artikel materi K3 listrik.

Cara memilih pelatihan

  • Mulai dari pekerjaan, bukan dari judul kelas. Tulis tugas yang akan dikerjakan enam bulan ke depan, lalu cari pelatihan yang menjawabnya.
  • Periksa silabus dan porsi praktik. Pelatihan teknik tanpa praktik sulit menempel.
  • Tanyakan dokumen keluarannya. Sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi, atau lisensi, dan siapa penerbitnya.
  • Periksa legalitas penyelenggara untuk pelatihan yang berujung lisensi. Lihat panduan memilih penyelenggara pelatihan K3 listrik.
  • Urutkan. Dasar dan keselamatan dulu, spesialisasi kemudian.

Sertifikasi yang perlu dikenal

Ada tiga jenis dokumen yang sering tertukar:

  1. Sertifikat pelatihan dari penyelenggara. Berguna sebagai bukti pengembangan diri, tetapi tidak memberi wewenang khusus.
  2. Lisensi K3 listrik dari Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu Teknisi K3 Listrik dan Ahli K3 Listrik menurut Permenaker No. 12 Tahun 2015. Diperlukan bagi personel yang memasang, memelihara, atau mengawasi K3 listrik di tempat kerja.
  3. Sertifikat kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan di bawah Kementerian ESDM. Lazim disyaratkan pada usaha penyediaan dan jasa penunjang tenaga listrik.

Selain itu ada sertifikat kompetensi melalui lembaga sertifikasi profesi berlisensi BNSP untuk berbagai bidang kerja. Perbandingannya dibahas di artikel sertifikasi K3 listrik BNSP dan Kemnaker. Pilih berdasarkan apa yang disyaratkan pemberi kerja atau pemilik proyek, bukan berdasarkan banyaknya sertifikat.

Jalur menuju Ahli K3 Listrik

Bagi lulusan teknik elektro, Ahli K3 Listrik adalah salah satu jalur karier yang jelas karena perusahaan dengan kapasitas tertentu wajib memilikinya. Garis besarnya: memenuhi syarat pendidikan dan pengalaman, mengikuti pembinaan, lulus evaluasi, lalu memperoleh surat keputusan penunjukan dan lisensi. Rinciannya ada di artikel syarat dan cara menjadi Ahli K3 Listrik, dan prospeknya di karier Ahli K3 Listrik.

Hasil yang diharapkan dari program pelatihan yang tepat

  • lulusan baru lebih cepat produktif dan aman di lapangan;
  • perusahaan memiliki personel yang memenuhi kewajiban peraturan;
  • jalur pengembangan karier yang jelas dari teknisi atau engineer muda ke jenjang ahli.

Untuk perusahaan

Program orientasi teknis bagi rekrutan teknik elektro dapat disusun sebagai kelas in-house: dasar K3 listrik, pengenalan instalasi perusahaan, dan praktik prosedur. Ajukan melalui in-house training K3 listrik. Bagi yang memenuhi syarat, lanjutkan dengan pelatihan Ahli K3 Listrik.

Referensi

  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
  • UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan
  • PUIL 2011 (SNI 0225:2011)