Electrical wiring dan distribution system adalah dua sisi dari satu pekerjaan. Sistem distribusi menentukan bagaimana daya dibagi dari sumber ke beban melalui panel bertingkat. Pengawatan menentukan bagaimana penghantar dipilih, dipasang, disambung, dan diberi tanda. Distribusi yang tersusun baik membatasi dampak gangguan, sedangkan pengawatan yang rapi dan benar mencegah gangguan itu terjadi.
Bagaimana susunan sistem distribusi?
Pada pabrik dan gedung, daya umumnya mengalir melalui tingkatan berikut:
- Sumber. Sambungan PLN tegangan menengah atau rendah, trafo, dan genset.
- Panel distribusi utama. Menerima daya dan membaginya ke beberapa penyulang.
- Panel sub-distribusi. Melayani satu area, lantai, atau kelompok mesin.
- Panel akhir. Berisi pengaman untuk tiap sirkit akhir.
- Sirkit akhir. Kabel dari panel akhir ke lampu, kotak kontak, atau mesin.
Sebagian besar instalasi memakai susunan radial, yaitu tiap panel disuplai dari satu arah. Susunan ini sederhana dan mudah diproteksi. Beban kritis sering diberi dua sumber dengan pemindah otomatis.
Prinsip perancangannya:
- kelompokkan beban sehingga gangguan pada satu sirkit tidak memadamkan yang lain;
- susun pengaman bertingkat agar hanya pengaman terdekat dengan gangguan yang bekerja;
- seimbangkan beban antar fase;
- sediakan cadangan ruang dan kapasitas untuk penambahan;
- pisahkan suplai beban darurat.
Contoh penerapannya pada bangunan dapat dibaca di artikel sistem kelistrikan dalam gedung.
Jenis kabel apa yang dipakai?
Penandaan kabel tegangan rendah yang umum di Indonesia:
| Jenis | Ciri | Pemakaian umum |
|---|---|---|
| NYA | Inti tunggal, isolasi PVC tanpa selubung | Di dalam pipa atau saluran tertutup, di tempat kering |
| NYM | Berinti banyak, isolasi dan selubung PVC | Instalasi tetap di dalam bangunan |
| NYY | Berinti satu atau banyak, selubung PVC lebih tebal | Instalasi tenaga, di luar bangunan, dapat ditanam dengan perlindungan |
| NYFGbY | Seperti NYY dengan perisai baja | Ditanam langsung atau di lokasi berisiko kerusakan mekanis |
| Kabel fleksibel | Penghantar serabut halus | Sambungan ke peralatan bergerak dan panel kontrol |
Selain jenisnya, tentukan pula luas penampang, bahan penghantar, tegangan pengenal, serta sifat khusus seperti tahan api atau rendah asap untuk jalur evakuasi dan beban darurat.
Bagaimana metode pemasangannya?
- Dalam pipa atau konduit. Memberi perlindungan mekanis; jumlah kabel per pipa dibatasi.
- Pada rak kabel dan tangga kabel. Umum di pabrik; mudah ditambah, tetapi perlu penataan dan pengikatan.
- Dalam saluran tertutup atau trunking. Rapi untuk gedung dan panel.
- Ditanam dalam tanah. Memerlukan kedalaman, perlindungan, dan penanda jalur.
- Busduct. Pengganti kabel untuk arus besar dan saluran tegak gedung.
Cara pemasangan memengaruhi kemampuan hantar arus. Kabel di dalam pipa, kabel yang berhimpitan, dan kabel di tempat panas menghantarkan arus lebih kecil daripada kabel tunggal di udara terbuka. PUIL 2011 memuat tabel kemampuan hantar arus beserta faktor koreksinya.
Bagaimana identifikasi dan penandaannya?
- Warna penghantar. Loreng hijau-kuning hanya untuk penghantar proteksi dan biru untuk netral, menurut PUIL 2011. Warna fase mengikuti ketentuan PUIL dan harus konsisten di seluruh instalasi.
- Label kabel. Tiap ujung kabel diberi nomor yang sama dengan gambar.
- Label sirkit. Tiap pengaman di panel diberi keterangan beban yang dilayani.
- Diagram. Diagram satu garis ditempel atau disimpan di panel dan diperbarui setiap ada perubahan.
Penandaan bukan soal kerapian semata. Teknisi yang mengisolasi sirkit untuk bekerja bergantung pada label untuk menemukan pemutus yang benar.
Praktik pengawatan yang aman
- Sambungan hanya di tempat yang semestinya. Di dalam kotak sambung atau terminal, memakai konektor yang sesuai. Sambungan puntir berbalut isolasi di atas plafon adalah sumber panas.
- Kencangkan terminal sesuai anjuran pabrikan. Terlalu longgar menimbulkan panas, terlalu kencang merusak penghantar.
- Gunakan sepatu kabel atau ferrule pada penghantar serabut.
- Lindungi kabel di titik masuk. Pakai gland atau cincin pelindung pada lubang selungkup logam.
- Jaga radius tekuk sesuai ketentuan pabrikan kabel.
- Pisahkan kabel daya dari kabel sinyal dan data.
- Sambungkan penghantar proteksi ke setiap badan logam dan kotak kontak.
- Tutup tembusan dinding dan lantai dengan penyekat api.
- Jangan tinggalkan ujung kabel terbuka tanpa penutup dan tanda.
Kesalahan pada butir-butir ini termasuk yang paling sering ditemukan saat pemeriksaan. Lihat artikel kesalahan umum instalasi listrik di pabrik.
Pemeriksaan sebelum diberi tegangan
Instalasi baru atau yang diubah diperiksa lebih dahulu: pemeriksaan visual, kontinuitas penghantar proteksi, tahanan isolasi, polaritas, dan tahanan pembumian. Setelah bertegangan, fungsi pengaman arus bocor diuji dan beban tiap fase diukur.
Menurut Permenaker No. 12 Tahun 2015, pemasangan dilakukan personel yang berwenang, dan instalasi diperiksa serta diuji sebelum dipakai. Kompetensi pelaksananya dibangun melalui pelatihan Teknisi K3 Listrik.
Referensi
- PUIL 2011 (SNI 0225:2011)
- Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja (diubah dengan Permenaker No. 33 Tahun 2015)
- UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja


