Komponen listrik yang paling sering ditemui di dalam panel adalah MCB, MCCB, ELCB, dan kontaktor. Tiga yang pertama adalah pengaman, dengan tugas berbeda: MCB dan MCCB memutus arus lebih, ELCB memutus arus bocor. Kontaktor bukan pengaman, melainkan sakelar yang dikendalikan dari jauh. Memahami perbedaannya mencegah kesalahan yang umum, yaitu memakai satu komponen untuk tugas komponen lain.

Ringkasan perbedaan

Komponen Kepanjangan Tugas utama Standar yang lazim
MCB Miniature circuit breaker Proteksi beban lebih dan hubung singkat pada sirkit akhir IEC 60898-1
MCCB Moulded case circuit breaker Proteksi arus lebih untuk arus besar dan panel distribusi IEC 60947-2
ELCB atau RCCB Earth leakage circuit breaker Proteksi arus bocor ke bumi IEC 61008
Kontaktor - Menghubungkan dan memutus beban secara berulang IEC 60947-4-1

Apa fungsi MCB?

MCB memiliki dua mekanisme pemutus. Bagian termal, berupa bimetal, bekerja lambat pada beban lebih. Bagian magnetik bekerja seketika pada hubung singkat.

Data yang perlu dibaca pada badan MCB:

  • arus pengenal, misalnya 6 A, 10 A, 16 A;
  • kurva trip, yang menentukan pada kelipatan arus berapa bagian magnetik bekerja;
  • kapasitas pemutusan, yaitu arus hubung singkat terbesar yang mampu diputus dengan aman.

Menurut IEC 60898-1, kurva trip dibedakan sebagai berikut:

Kurva Trip seketika pada Pemakaian umum
B 3 sampai 5 kali arus pengenal Penerangan, beban resistif, kabel panjang
C 5 sampai 10 kali arus pengenal Beban umum dan motor kecil
D 10 sampai 20 kali arus pengenal Beban dengan arus asut tinggi, seperti trafo dan motor besar

Apa fungsi MCCB?

MCCB dipakai ketika arus beban atau arus hubung singkat melampaui kemampuan MCB, misalnya sebagai pemutus masuk panel dan pengaman penyulang. Cirinya:

  • rentang arus pengenal lebih besar;
  • kapasitas pemutusan lebih tinggi;
  • pada banyak tipe, setelan termal dan magnetik atau unit trip elektroniknya dapat diatur;
  • dapat dilengkapi kumparan trip, kontak bantu, dan penggerak motor.

Karena setelannya dapat diatur, MCCB perlu disetel menurut perhitungan, bukan dibiarkan pada nilai bawaan. Untuk arus yang lebih besar lagi dipakai pemutus tenaga udara.

Apa fungsi ELCB?

ELCB mendeteksi arus yang bocor ke bumi dengan membandingkan arus pada penghantar fase dan netral. Istilah ini dahulu dipakai untuk perangkat yang mendeteksi tegangan pada penghantar pembumian. Kini di pasaran umumnya yang dimaksud adalah RCCB, yaitu perangkat yang bekerja berdasarkan arus sisa.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • arus sisa pengenal 30 mA dipakai untuk proteksi tambahan terhadap sengatan;
  • nilai lebih besar, seperti 100 mA dan 300 mA, dipakai untuk proteksi kebakaran atau sebagai pengaman hulu;
  • RCCB tidak melindungi dari arus lebih sehingga harus didahului MCB atau sekering;
  • RCBO menggabungkan kedua fungsi dalam satu perangkat.

Cara kerja dan pengujiannya dibahas di artikel GFCI listrik serta grounding dan proteksi arus bocor.

Apa fungsi kontaktor?

Kontaktor adalah sakelar yang kontaknya digerakkan oleh kumparan elektromagnet. Saat kumparan diberi tegangan, kontak utama menutup dan beban menyala. Dengan cara ini arus besar dapat dikendalikan oleh sinyal kecil dari tombol, pewaktu, atau PLC.

  • Kontak utama membawa arus beban.
  • Kontak bantu dipakai untuk rangkaian kontrol, pengunci, dan indikator.
  • Kategori pemakaian menurut IEC 60947-4-1 antara lain AC-1 untuk beban resistif dan AC-3 untuk motor sangkar. Arus pengenal kontaktor berbeda untuk tiap kategori.
  • Relai beban lebih termal dipasang bersama kontaktor untuk melindungi motor.

Kontaktor tidak dirancang untuk memutus arus hubung singkat. Di hulunya tetap harus ada MCB, MCCB, atau sekering.

Bagaimana memilih komponen yang tepat?

  1. Hitung arus beban dan tentukan penghantar yang sesuai.
  2. Pilih arus pengenal pengaman: tidak lebih kecil dari arus beban dan tidak lebih besar dari kemampuan hantar arus kabel.
  3. Pastikan kapasitas pemutusan tidak lebih kecil dari arus hubung singkat di titik pemasangan.
  4. Pilih kurva trip sesuai sifat beban.
  5. Tambahkan proteksi arus bocor pada sirkit yang memerlukannya.
  6. Untuk motor, pilih kontaktor menurut kategori pemakaian dan setel relai beban lebih sesuai arus nominal motor.
  7. Gunakan produk yang mencantumkan standar dan tanda kesesuaian.

Ketentuan dasarnya ada di PUIL 2011. Lihat artikel ringkasan PUIL 2011.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengganti MCB yang sering jatuh dengan arus pengenal lebih besar tanpa memeriksa kabel.
  • Memakai MCB sebagai sakelar harian untuk beban yang sering dinyalakan dan dimatikan.
  • Memasang MCB berkapasitas pemutusan kecil di panel dekat trafo.
  • Melepas ELCB karena sering trip, tanpa mencari kebocorannya.
  • Menganggap kontaktor yang terbuka sebagai isolasi yang aman untuk bekerja.
  • Mengganjal kontaktor atau menjumper relai beban lebih.

Butir kelima berkaitan langsung dengan keselamatan. Kontaktor dapat menutup kapan saja oleh sinyal kontrol, sehingga isolasi untuk bekerja harus dilakukan pada pemutus atau sakelar pemisah yang dapat dikunci. Pemilihan dan pemeriksaan pengaman merupakan materi inti pelatihan Teknisi K3 Listrik.

Referensi

  • PUIL 2011 (SNI 0225:2011)
  • IEC 60898-1, pemutus sirkit untuk instalasi rumah tangga dan sejenisnya
  • IEC 60947-2 dan IEC 60947-4-1, perangkat hubung bagi dan kendali tegangan rendah
  • IEC 61008, pemutus sirkit arus sisa tanpa proteksi arus lebih
  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja