Panel pabrik masa kini berisi lebih banyak elektronika daripada kontaktor: penggerak kecepatan variabel, soft starter, catu daya, UPS, dan beragam sensor. Pelatihan elektronika industri mengajarkan cara kerja, pemasangan, dan pemeliharaan perangkat tersebut, beserta bahaya khasnya yang tidak dijumpai pada panel konvensional.

Untuk siapa pelatihan ini?

  • teknisi listrik dan instrumentasi pabrik;
  • teknisi maintenance lini otomatis;
  • engineer muda bidang kelistrikan dan otomasi;
  • lulusan pelatihan elektronika dasar yang ingin masuk ke industri.

Perangkat yang dipelajari

Perangkat Fungsi di pabrik
Penggerak kecepatan variabel Mengatur kecepatan motor dan menghemat energi
Soft starter Menghaluskan start dan stop motor
Penyearah dan catu daya Menyediakan arus searah untuk kendali dan proses
UPS dan pengisi baterai Menjaga suplai beban penting
Relai semikonduktor Menyakelar pemanas dan beban cepat tanpa kontak mekanis
Sensor dan pemancar Mengukur posisi, suhu, tekanan, aliran, dan tinggi permukaan
Pengendali suhu dan proses Menjaga besaran proses pada nilai yang diinginkan

Materi yang umumnya dipelajari

Elektronika daya

  • komponen penyakelar daya dan cara kerjanya;
  • penyearah, penghubung arus searah, dan pembalik;
  • prinsip pengaturan kecepatan motor.

Pemasangan penggerak motor

  • pemilihan menurut motor dan jenis beban;
  • pengaman sisi masuk dan anjuran pabrikan;
  • kabel motor berpelindung, pembumian, dan pemisahan dari kabel sinyal;
  • pendinginan dan jarak bebas dalam panel;
  • pengaturan parameter dasar dan batas proteksi motor.

Sensor dan sinyal

  • sensor diskret dan analog;
  • sinyal arus dan tegangan standar;
  • pelindung kabel dan pencegahan gangguan;
  • kalibrasi dan pemeriksaan fungsi.

Pemeliharaan dan pencarian gangguan

  • membaca kode galat dan riwayat gangguan;
  • pemeriksaan kipas, penyaring udara, dan kapasitor;
  • pengukuran dengan alat ukur yang sesuai untuk gelombang tidak sinus;
  • penggantian modul dan pencadangan parameter.

Penerapannya dalam sistem otomatis dibahas di artikel pelatihan instalasi listrik industri otomasi PLC.

Bahaya khas elektronika industri

  1. Energi tersimpan. Kapasitor penghubung arus searah pada penggerak dan UPS tetap bertegangan setelah suplai dibuka. Ikuti waktu tunggu pabrikan, lalu ukur.
  2. Sumber ganda. UPS dan baterai tetap menyuplai walau pemutus masuk dibuka. Motor yang diputar beban juga dapat membangkitkan tegangan ke penggerak.
  3. Arus bocor tinggi. Penyaring pada penggerak mengalirkan arus ke bumi sehingga pembumian yang baik wajib ada, dan pemilihan perangkat arus sisa harus mengikuti anjuran pabrikan.
  4. Harmonik. Beban elektronik mendistorsi arus, memanaskan penghantar netral, trafo, dan kapasitor. Ini menjadi sumber panas berlebih yang sering tidak disadari.
  5. Start otomatis. Penggerak dapat menjalankan motor kembali setelah gangguan hilang atau saat perintah jarak jauh datang.
  6. Pengujian yang merusak. Uji tahanan isolasi dan uji tegangan pada sirkuit yang masih tersambung ke perangkat elektronik merusak komponen.
  7. Baterai. Arus hubung singkat besar, gas saat pengisian pada jenis tertentu, dan risiko panas berlebih.

Karena itu isolasi energi pada panel berelektronika mencakup langkah tambahan: menunggu, mengukur bagian arus searah, dan mengamankan semua sumber. Dasarnya ada di artikel prosedur LOTO, dan pemakaian alat ukurnya di pelatihan alat ukur listrik multimeter dan megger.

Kesalahan yang sering ditemukan

  • penggerak dipasang rapat tanpa ruang pendinginan sehingga sering galat panas;
  • penyaring udara panel tidak pernah dibersihkan;
  • kabel motor biasa dipakai untuk jarak panjang sehingga mengganggu sensor;
  • kontaktor dipasang di antara penggerak dan motor lalu dibuka saat berjalan;
  • parameter tidak dicadangkan, sehingga penggantian unit memakan waktu lama;
  • proteksi motor di penggerak tidak disetel sesuai pelat nama.

Hasil yang diharapkan

  • memahami cara kerja penggerak, catu daya, dan sensor yang umum;
  • mampu memasang dan mengatur penggerak motor sesuai anjuran pabrikan;
  • mampu mencari gangguan dari kode galat dan pengukuran;
  • mampu mengisolasi panel berelektronika dengan aman;
  • mengenali gejala harmonik dan arus bocor.

Sertifikat dan kelas in-house

Pelatihan elektronika industri umumnya menghasilkan sertifikat pelatihan dari penyelenggara atau pabrikan perangkat. Bidang ini tidak memiliki lisensi K3 tersendiri; teknisinya bekerja pada instalasi listrik, sehingga pengakuan kompetensi yang berlaku adalah lisensi K3 listrik dari Kementerian Ketenagakerjaan dan sertifikat kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan di bawah Kementerian ESDM.

Sesi K3 untuk tim yang memelihara penggerak dan UPS dapat diminta melalui in-house training K3 listrik, dengan menyebut merek dan jenis perangkat yang dipakai. Untuk lisensi teknisi, jalurnya adalah pelatihan Teknisi K3 Listrik.

Referensi

  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
  • PUIL 2011 (SNI 0225:2011)