Pelatihan teknik instalasi listrik mengajarkan cara memasang instalasi yang benar sejak awal: memilih kabel dan pengaman, memasang sesuai gambar, membumikan, lalu menguji sebelum diberi tegangan. Sasarannya adalah pelaksana lapangan, baik teknisi perusahaan maupun tenaga kontraktor, dengan PUIL 2011 sebagai acuan teknis utama.

Untuk siapa pelatihan ini?

  • Teknisi listrik baru di pabrik, gedung, atau kontraktor.
  • Teknisi mekanik yang dialihkan ke pekerjaan listrik.
  • Lulusan SMK teknik yang ingin memperkuat keterampilan praktik.
  • Pengawas pekerjaan yang perlu menilai mutu pemasangan kontraktor.

Bagi pemula, bekal konsep dapat dibaca lebih dahulu di artikel prinsip dasar kelistrikan.

Apa saja materi yang umumnya dipelajari?

Materi berbeda antar penyelenggara, tetapi kerangkanya biasanya seperti berikut.

Pokok bahasan Isi
Gambar instalasi Simbol, diagram satu garis, diagram pengawatan, tata letak
Penghantar Jenis kabel, luas penampang, kemampuan hantar arus, warna identifikasi
Pengaman Pemilihan pengaman arus lebih dan arus bocor sesuai beban dan penghantar
Perlengkapan Kotak hubung bagi, sakelar, kotak kontak, pipa dan rak kabel
Pembumian Elektrode, penghantar proteksi, ikatan penyama potensial
Pemasangan Penerangan, kotak kontak, dan instalasi tenaga untuk motor
Pengujian Kontinuitas, tahanan isolasi, polaritas, tahanan pembumian, uji fungsi

Pemilihan penghantar dan pengaman

Ini bagian yang paling sering salah di lapangan. Prinsipnya, arus beban tidak boleh melebihi arus pengenal pengaman, dan arus pengenal pengaman tidak boleh melebihi kemampuan hantar arus kabel dalam kondisi pemasangannya. Kabel yang ditumpuk rapat atau dipasang di tempat panas mampu menghantarkan arus lebih kecil daripada nilai tabel dasarnya.

Warna identifikasi penghantar

Peserta perlu menguasai warna penghantar menurut PUIL 2011, terutama loreng hijau-kuning yang hanya boleh dipakai untuk penghantar proteksi dan biru untuk netral. Kesalahan warna menyulitkan pemeliharaan dan dapat mencelakai teknisi berikutnya.

Pengujian sebelum bertegangan

Instalasi baru tidak boleh langsung diberi tegangan. Urutan pemeriksaan umumnya dimulai dari pemeriksaan visual, lalu kontinuitas penghantar proteksi, tahanan isolasi, polaritas, dan pengujian pembumian. Setelah bertegangan, fungsi pengaman arus bocor diuji. Penjelasannya ada di artikel grounding dan proteksi arus bocor.

Keselamatan kerja selama pemasangan

Pemasangan sering dianggap aman karena instalasinya belum bertegangan. Kenyataannya, banyak pekerjaan dilakukan di dekat instalasi lama yang masih hidup. Hal yang ditekankan dalam pelatihan:

  • memastikan titik sambung benar-benar padam, terkunci, dan teruji sebelum penyambungan;
  • memakai perkakas berisolasi dan alat ukur yang sesuai;
  • bekerja aman di ketinggian saat memasang rak kabel dan armatur;
  • menjaga kerapian sehingga tidak ada ujung kabel terbuka yang tertinggal;
  • tidak menyambung sementara ke panel tanpa izin.

Kebiasaan buruk yang lazim dibahas ada di artikel kesalahan umum instalasi listrik di pabrik.

Apa hasil yang diharapkan?

Setelah pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  1. membaca gambar dan menyiapkan daftar material;
  2. memilih penghantar dan pengaman yang sesuai untuk sirkit sederhana;
  3. memasang instalasi penerangan dan tenaga dengan rapi dan sesuai persyaratan;
  4. menguji instalasi dan mencatat hasilnya;
  5. mengenali pemasangan yang tidak memenuhi syarat dan memperbaikinya.

Kaitan dengan sertifikasi dan lisensi

Ada beberapa jalur pengakuan yang berbeda tujuannya. Pembinaan Teknisi K3 Listrik menghasilkan kewenangan K3 untuk pemasangan dan pemeliharaan di tempat kerja menurut Permenaker No. 12 Tahun 2015. Di sektor ketenagalistrikan terdapat pula sertifikat kompetensi tenaga teknik yang diatur berdasarkan UU No. 30 Tahun 2009. Pelatihan keterampilan tidak otomatis memberikan keduanya, sehingga tanyakan dengan jelas sertifikat apa yang akan diterima.

Bila perusahaan membutuhkan personel berwenang, lihat program pelatihan Teknisi K3 Listrik.

Bagaimana meminta kelas in-house?

Sampaikan jenis instalasi yang paling sering dikerjakan, jumlah peserta, kemampuan awal, dan fasilitas praktik yang tersedia. Kelas dapat digabung dengan materi keselamatan melalui in-house training K3 listrik. Jadwal, durasi, dan biaya berbeda antar penyelenggara, jadi mintalah silabus dan rincian praktik secara tertulis.

Referensi

  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan
  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
  • PUIL 2011 (SNI 0225:2011)