Closed circuit adalah rangkaian yang jalurnya tertutup sehingga arus mengalir dan beban bekerja. Open circuit adalah rangkaian yang jalurnya terputus sehingga arus berhenti. Perbedaan ini terdengar sederhana, tetapi kesalahpahaman terhadapnya sering berujung kecelakaan, terutama anggapan bahwa sirkit yang terbuka pasti tidak bertegangan.

Apa itu closed circuit dan open circuit?

Rangkaian listrik membutuhkan jalur lengkap: dari sumber, melalui penghantar ke beban, lalu kembali ke sumber. Selama jalur itu utuh, rangkaian disebut tertutup. Bila jalur diputus di satu titik saja, rangkaian menjadi terbuka.

Hal Closed circuit Open circuit
Jalur arus Utuh Terputus
Arus Mengalir Nol
Beban Bekerja Tidak bekerja
Tegangan pada titik putus Hampir nol pada kontak yang menutup Sebesar tegangan sumber di antara kedua sisi titik putus
Contoh Sakelar ditutup, lampu menyala Sakelar dibuka, sekering putus, kabel lepas

Istilah ini kadang membingungkan karena berlawanan dengan bahasa sehari-hari. Sakelar yang ditutup berarti menyambung, sedangkan sakelar yang dibuka berarti memutus. Dasar besaran tegangan, arus, dan hambatan dijelaskan di artikel prinsip dasar kelistrikan.

Apa bedanya dengan short circuit?

Short circuit atau hubung singkat sering disamakan dengan closed circuit, padahal berbeda. Hubung singkat adalah rangkaian tertutup yang tidak dikehendaki, yaitu arus mengalir melalui jalan pintas berhambatan sangat kecil tanpa melewati beban.

  • Closed circuit normal: arus dibatasi oleh beban.
  • Short circuit: arus hanya dibatasi oleh impedans sumber dan penghantar, sehingga menjadi sangat besar dan menimbulkan panas, percikan, serta busur api.
  • Open circuit: arus nol.

Pengaman arus lebih dipasang untuk mengubah hubung singkat menjadi rangkaian terbuka secepat mungkin.

Mengapa open circuit belum tentu aman?

Ini bagian terpenting dari sisi K3.

Tegangan tetap ada

Pada rangkaian terbuka, arus memang nol, tetapi sisi yang masih terhubung ke sumber tetap bertegangan penuh. Orang yang menyentuh titik itu sambil terhubung ke bumi menjadi penutup rangkaian, dan arus mengalir melalui tubuhnya.

Sakelar di penghantar yang salah

Sakelar satu kutub yang terpasang pada penghantar netral akan memadamkan lampu, tetapi fiting lampu tetap bertegangan. Karena itu sakelar harus memutus penghantar fase.

Netral yang terbuka

Netral putus pada sistem tiga fase dengan beban tidak seimbang dapat membuat tegangan pada sebagian beban naik jauh di atas normal dan merusak peralatan. Penghantar netral di sisi beban juga dapat menjadi bertegangan.

Penghantar proteksi yang terbuka

Penghantar pembumian yang putus tidak menimbulkan gejala apa pun pada operasi normal. Peralatan tetap bekerja. Bahayanya baru muncul saat isolasi gagal: badan peralatan menjadi bertegangan dan pengaman tidak memutus. Lihat artikel grounding dan proteksi arus bocor.

Rangkaian dapat tertutup kembali

Sakelar yang dibuka dapat ditutup lagi oleh orang lain, oleh pewaktu, atau oleh sistem kendali. Membuka sakelar saja bukan isolasi yang aman untuk bekerja.

Sekunder trafo arus

Sekunder trafo arus yang dibiarkan terbuka saat sisi primernya berarus dapat menimbulkan tegangan tinggi yang berbahaya. Sekunder trafo arus harus dihubung singkat sebelum alat ukurnya dilepas.

Bagaimana menguji rangkaian terbuka atau tertutup?

  1. Uji tegangan. Dilakukan dengan penguji tegangan untuk memastikan ada atau tidaknya tegangan. Periksa penguji pada sumber yang diketahui sebelum dan sesudah pengukuran.
  2. Uji kontinuitas. Dilakukan pada rangkaian yang sudah dipastikan padam untuk mengetahui apakah jalurnya utuh. Jangan pernah menguji kontinuitas pada rangkaian bertegangan.
  3. Uji tahanan isolasi. Memastikan tidak ada jalur tertutup yang tidak dikehendaki antara penghantar atau ke bumi.

Urutannya penting: pastikan bebas tegangan dahulu, baru lakukan pengujian lain.

Penerapan dalam prosedur kerja aman

Tujuan isolasi energi adalah menciptakan rangkaian terbuka yang terjamin dan tidak dapat tertutup kembali tanpa sepengetahuan pekerja. Itu sebabnya prosedur LOTO tidak berhenti pada membuka pemutus, tetapi dilanjutkan dengan mengunci, memasang tanda, dan menguji bebas tegangan di titik kerja.

Pemahaman ini termasuk bekal dasar peserta pelatihan Teknisi K3 Listrik. Teknisi yang hanya berpegang pada lampu padam sebagai tanda aman sedang mengandalkan keberuntungan.

Referensi

  • PUIL 2011 (SNI 0225:2011)
  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja