Fundamental instalasi tenaga listrik mencakup cara menyalurkan daya ke motor, pemanas, dan mesin dengan aman: memilih penghantar, pengaman, dan sarana pemutus, lalu memasang serta mengujinya. Berbeda dari instalasi penerangan, instalasi tenaga menghadapi arus besar, arus asut motor, dan energi gangguan yang tinggi, sehingga kesalahan perhitungan langsung berujung pada panas berlebih atau pengaman yang gagal bekerja.

Apa yang dimaksud instalasi tenaga listrik?

Instalasi tenaga adalah bagian instalasi yang menyuplai beban tenaga, yaitu peralatan yang mengubah listrik menjadi gerak, panas, atau proses. Di pabrik, bagian inilah yang terbesar.

Hal Instalasi penerangan Instalasi tenaga
Beban Lampu, kotak kontak umum Motor, pemanas, mesin las, kompresor
Sistem Umumnya satu fase 230 V Umumnya tiga fase 400 V
Arus Relatif kecil Besar, dengan lonjakan saat start
Proteksi khusus Arus lebih dan arus bocor Ditambah proteksi beban lebih motor dan kehilangan fase
Sarana kendali Sakelar Kontaktor, pengasut, inverter

Konsep besaran dan sistem tiga fase dijelaskan di artikel prinsip dasar kelistrikan.

Apa saja komponen utamanya?

  1. Sumber. Trafo distribusi dan genset.
  2. Panel distribusi. Panel utama, panel sub-distribusi, dan pusat kendali motor.
  3. Pengaman. MCB, MCCB, sekering, dan pemutus tenaga. Lihat artikel komponen listrik: MCB, MCCB, ELCB, dan kontaktor.
  4. Penghantar. Kabel dan busbar beserta rak kabel, pipa, dan saluran.
  5. Sarana kendali. Kontaktor, pengasut bintang-segitiga, soft starter, dan inverter.
  6. Sarana pemutus setempat. Sakelar pemisah di dekat mesin yang dapat dikunci.
  7. Sistem pembumian. Penghantar proteksi dan ikatan penyama potensial.
  8. Beban. Motor dan peralatan pemakai.

Bagaimana dasar perhitungannya?

Arus beban

Arus beban tiga fase dihitung dari daya, tegangan, dan faktor daya. Untuk motor, nilai yang dipakai adalah arus nominal pada pelat nama, bukan hasil perkiraan.

Pemilihan penghantar

Tiga pemeriksaan dilakukan berurutan:

  • Kemampuan hantar arus. Harus tidak kurang dari arus beban setelah dikoreksi untuk suhu sekitar, cara pemasangan, dan jumlah kabel yang berdampingan.
  • Susut tegangan. Kabel yang panjang menurunkan tegangan di ujung beban. Batas yang diizinkan mengikuti PUIL 2011.
  • Ketahanan hubung singkat. Kabel harus mampu menahan arus gangguan sampai pengaman memutus.

Pemilihan pengaman

Arus pengenal pengaman berada di antara arus beban dan kemampuan hantar arus kabel. Kapasitas pemutusannya tidak boleh lebih kecil daripada arus hubung singkat di titik pemasangan.

Faktor kebutuhan

Tidak semua beban bekerja penuh pada saat bersamaan. Perencana memakai faktor kebutuhan dan faktor keserempakan untuk menentukan ukuran penyulang dan trafo. Angkanya harus berdasar data operasi, bukan tebakan yang terlalu optimistis.

Apa yang khas pada sirkit motor?

Motor adalah beban tenaga yang paling umum dan memiliki sifat khusus.

  • Arus asut. Saat start langsung, motor menarik arus beberapa kali arus nominalnya selama beberapa detik. Pengaman hubung singkat harus tidak trip oleh lonjakan ini.
  • Proteksi beban lebih. Diberikan oleh relai beban lebih yang disetel pada arus nominal motor.
  • Kehilangan fase. Motor tiga fase yang kehilangan satu fase tetap berputar dengan arus berlebih dan cepat rusak.
  • Metode pengasutan. Langsung, bintang-segitiga, soft starter, atau inverter, dipilih menurut ukuran motor dan kemampuan sumber.
  • Sarana pemutus setempat. Sakelar pemisah di dekat motor memungkinkan mekanik mengisolasi mesin dan menguncinya sendiri.
  • Arah putaran. Urutan fase menentukan arah putaran dan perlu diperiksa sebelum mesin dikopel.

Sirkit motor yang lengkap terdiri dari pengaman hubung singkat, kontaktor, relai beban lebih, dan sarana pemutus.

Syarat K3 yang harus dipenuhi

Permenaker No. 12 Tahun 2015 mewajibkan K3 listrik diterapkan sejak perencanaan sampai pemeliharaan, dengan standar seperti PUIL 2011 sebagai acuan. Butir yang sering menjadi temuan pada instalasi tenaga:

  • badan motor dan mesin tidak dibumikan atau penghantar proteksinya terlalu kecil;
  • pengaman lebih besar daripada kemampuan kabel;
  • terminal motor tanpa penutup dan kabel masuk tanpa penjepit;
  • tidak ada sarana pemutus yang dapat dikunci di dekat mesin;
  • panel tanpa penandaan sirkit;
  • kabel menumpuk di rak tanpa memperhitungkan penurunan kemampuan hantar arus.

Daftar lengkapnya ada di artikel kesalahan umum instalasi listrik di pabrik.

Pengujian sebelum dioperasikan

  1. Pemeriksaan visual terhadap pemasangan, penandaan, dan kekencangan sambungan.
  2. Kontinuitas penghantar proteksi.
  3. Tahanan isolasi kabel dan belitan motor.
  4. Tahanan pembumian.
  5. Pemeriksaan setelan pengaman dan relai beban lebih.
  6. Uji fungsi rangkaian kontrol tanpa beban.
  7. Pemeriksaan arah putaran, lalu uji berbeban dengan pengukuran arus tiap fase.

Hasilnya dicatat sebagai data awal untuk pemeliharaan dan riksa uji instalasi listrik berikutnya. Keterampilan memasang dan menguji sesuai syarat K3 dibangun melalui pelatihan Teknisi K3 Listrik.

Referensi

  • Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja (diubah dengan Permenaker No. 33 Tahun 2015)
  • PUIL 2011 (SNI 0225:2011)
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja